Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Jumat, 15 Mei 2026

Di Duga Cacat Hukum! Hasil Seleksi Capim Baznas Cianjur 2026-2031 Terancam Dibatalkan

                         Foto ilustrasi 
KabarCiepat.com || CIANJUR – Proses seleksi Calon Pimpinan (Capim) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 menuai sorotan tajam. Tim Seleksi (Timsel) diduga kuat melakukan rentetan pelanggaran regulasi, mulai dari transparansi informasi hingga prosedur penilaian teknis peserta.

Kritik keras salah satunya datang dari peserta yang dirugikan sekaligus perwakilan masyarakat, Andi Syarif Hidayatulloh (Anditar). Ia menyatakan bahwa hasil seleksi yang berjalan saat ini berpotensi cacat demi hukum.

"Kami mendesak agar hasil seleksi saat ini dibatalkan demi hukum dan segera dilakukan seleksi ulang. Timsel wajib bekerja berdasarkan prinsip profesionalitas, transparansi, dan kepatuhan hukum," ujar Andi dalam pernyataan sikap tertulisnya, Jumat (15/5/2026).

Empat Poin Dugaan Pelanggaran Timsel

Andi membeberkan sedikitnya ada empat indikasi pelanggaran krusial yang diduga menabrak UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), serta Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 10 Tahun 2025.

Minim Sosialisasi Keputusan Bupati: Sejak diterbitkannya Keputusan Bupati (KepBup) mengenai pembentukan Timsel, pihak panitia dinilai tidak pernah mempublikasikan SK tersebut secara terbuka kepada masyarakat melalui media massa. Hal ini dianggap melanggar asas keterbukaan informasi publik.

Komposisi Timsel Dipertanyakan: Susunan keanggotaan Timsel yang dibentuk diduga tidak selaras dengan ketentuan formasi yang diatur dalam PMA No. 10 Tahun 2025.

Nilai CAT Tertutup: Hasil nilai Computer Assisted Test (CAT) para peserta seleksi tidak diumumkan secara transparan ke publik, sehingga menutup ruang kontrol masyarakat atas akuntabilitas hasil tes.

Prosedur Penilaian Makalah Menyimpang: Penilaian makalah peserta diduga sudah dilakukan langsung pada saat pengumpulan berkas, bukan pada saat tahapan Uji Kompetensi (Ujikom) atau presentasi makalah. Pola ini dinilai sarat akan subjektivitas dan tertutup.

Potensi Jalur Hukum

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa jika indikasi pelanggaran-pelanggaran hukum tersebut terbukti valid dan sistematis, tidak menutup kemungkinan Timsel dapat diseret ke ranah hukum.

"Jika terbukti ada pelanggaran hukum dan penyalahgunaan wewenang secara sengaja, maka artinya Timsel ini bisa dipidanakan," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Tim Seleksi Capim Baznas Kabupaten Cianjur maupun pihak pemerintah daerah terkait belum memberikan keterangan resmi ataupun klarifikasi mengenai tudingan dan tuntutan seleksi ulang tersebut. ***YF
Share:

Ketua RT di Sukabumi Mohon Perhatian Gubernur Jabar untuk Warga Lansia yang Rumahnya Nyaris Roboh

KabarCiepat.com || SUKABUMI — Kepedulian sosial kembali menggema dari lingkungan masyarakat paling bawah. Ketua RT 01/15 di Kampung Cibarengkok, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menyampaikan permohonan bantuan bagi seorang warganya yang lanjut usia dan hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat rumah yang sudah tidak layak huni. Jumat, 15/5/2026

Permohonan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial yang kemudian menarik perhatian warganet. Dalam pesannya, Ketua RT berharap ada dermawan maupun pihak terkait yang tergerak untuk membantu memperbaiki rumah milik seorang lansia bernama Abah Mitra.

Menurut keterangan Ketua RT, Abah Mitra sudah tidak mampu lagi bekerja secara maksimal karena faktor usia dan kondisi kesehatan. Sementara rumah yang ditempatinya kini rusak parah dan terancam roboh, sehingga sangat membahayakan keselamatannya.

Saat hujan turun, Abah Mitra terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah warga sekitar. Ketika cuaca cerah, ia hanya bisa beristirahat di bagian teras rumah karena bagian dalam bangunan sudah rapuh dan berisiko ambruk apabila diinjak.

Ketua RT berharap pesan ini dapat tersebar luas hingga sampai kepada pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial, termasuk para dermawan dan pemangku kebijakan, agar Abah Mitra segera mendapatkan bantuan perbaikan rumah dan dapat kembali tinggal dengan aman serta layak.

Permohonan ini secara khusus ditujukan kepada Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, yang dikenal aktif merespons persoalan sosial masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah masyarakat masih banyak warga lansia yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan bersama. Solidaritas sosial diharapkan menjadi solusi nyata bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. ***Red
Share:

Wabup Purwakarta Dikabarkan Tempuh Jalur Hukum Terkait Dugaan Kerugian Rp35 Miliar

KabarCiepat.com || Purwakarta – Wakil Bupati Purwakarta yang akrab disapa Abang Ijo dikabarkan tengah menempuh jalur hukum terkait dugaan kerugian yang disebut mencapai Rp35 miliar. Informasi yang beredar menyebutkan, langkah hukum tersebut dilakukan sebagai upaya mencari kepastian hukum dan keadilan atas dugaan kerugian yang dialaminya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim kuasa hukum dari Arya Mandalika Law Office disebut telah mulai melakukan pendampingan terhadap Hendra Supriatna, SH., MH., serta mengumpulkan sejumlah dokumen dan alat bukti pendukung untuk kepentingan proses hukum.

Pihak kuasa hukum menyampaikan bahwa laporan pidana maupun perdata akan segera ditempuh guna menindaklanjuti dugaan perbuatan melawan hukum yang dinilai merugikan klien mereka. Selain itu, proses hukum yang dilakukan disebut bertujuan untuk mengungkap fakta secara terang benderang sesuai mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperjuangkan hak dan keadilan klien kami. Semua proses akan ditempuh sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar salah satu tim kuasa hukum kepada awak media.

Dalam keterangannya, pihak kuasa hukum juga menyinggung belum adanya respons atas somasi yang sebelumnya telah dilayangkan kepada pihak yang disebut dalam persoalan tersebut. Hal itu dinilai sebagai tidak adanya itikad baik dalam menyelesaikan persoalan secara terbuka.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik di Kabupaten Purwakarta karena disebut menyeret nama pejabat penting di lingkungan pemerintahan daerah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pejabat yang disebut dalam dugaan tersebut.

Masyarakat berharap proses penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, transparan, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Aparat penegak hukum juga diharapkan mampu mengusut persoalan tersebut secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang ada.

Perkembangan kasus dugaan kerugian Rp35 miliar tersebut diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan publik dalam waktu dekat, mengingat dampaknya terhadap dinamika pemerintahan dan kepercayaan masyarakat di Kabupaten Purwakarta. ***Red
Share:

Jaga Kondusifitas Wilayah, FO2LB Cipatat Gelar Audensi dengan Polsek Cipatat

KabarCiepat.com || CIPATAT, KBB — Kolaborasi antara elemen masyarakat dan aparat kepolisian kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Melalui komunikasi, koordinasi, dan komitmen bersama, potensi gangguan sosial dapat diantisipasi sejak dini demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Komitmen tersebut tercermin dalam audensi yang digelar Forum ORMAS OKP LSM Bersatu (FO2LB) Kecamatan Cipatat dengan Polsek Cipatat. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum strategis membangun sinergi nyata di wilayah hukum Cipatat. Sabtu, 15/5/2026

Rombongan FO2LB yang dipimpin Koordinator Isep Darmawan diterima langsung oleh Kapolsek Cipatat, AKP Dwi Meirani Sri Andriani Sapin, S.Pd., M.HI. Suasana dialog berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan.

Pada sesi awal, jajaran pengurus ormas memperkenalkan diri sebagai bentuk penguatan komunikasi dan kemitraan. Memasuki pembahasan inti, kedua pihak mendiskusikan pemetaan wilayah rawan konflik sosial, mekanisme pertukaran informasi sebagai langkah deteksi dini gangguan kamtibmas, serta komitmen preventif mencegah tawuran, kriminalitas, dan isu SARA di tengah masyarakat.

Selain itu, dibahas pula peran dialogis ormas dalam membantu penyelesaian persoalan sosial secara persuasif di masyarakat. Kapolsek Cipatat menekankan pentingnya komunikasi cepat dan akurat antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah.

FO2LB juga menyatakan komitmennya mendukung program kerja Kapolsek, khususnya dalam pembinaan masyarakat (Bimas). Termasuk di dalamnya kesiapan ormas terlibat dalam pengamanan kegiatan kemasyarakatan, hari besar, serta agenda khusus lainnya. Dalam kesempatan tersebut, FO2LB turut meminta dukungan Polsek untuk memberikan penyuluhan hukum kepada anggota ormas agar setiap kegiatan tetap berada dalam koridor hukum.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi ruang penyampaian sejumlah persoalan mendesak di wilayah setempat. FO2LB berharap kepolisian semakin responsif terhadap laporan masyarakat.

Audensi ditutup dengan komitmen bersama antara FO2LB dan Polsek Cipatat untuk terus menjaga kondusivitas lingkungan di Cipatat melalui sinergi berkelanjutan antara masyarakat dan aparat kepolisian. ***RT

Share:

Kamis, 14 Mei 2026

Aksi Kolaborasi Hijau Ke-72, Gerakan Nyata Menjaga Leuweung dan Masa Depan Alam Garut

Kabarciepat.com || Garut – Semangat pelestarian lingkungan kembali menggema dari kaki Gunung Papandayan. Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut bersama Tim Jaga Leuweung Kecamatan Cikajang menggelar Aksi Kolaborasi Hijau Ke-72 di kawasan Curug Awer, Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan ini merupakan aksi nyata pelestarian alam hasil kolaborasi Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut dengan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V Garut. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala CDK V Garut Endik Casdika, para penyuluh kehutanan, Tim Jaga Leuweung Cikajang, tokoh masyarakat, serta para relawan lingkungan.

Dalam aksi penghijauan tersebut, peserta menanam 126 pohon yang terdiri dari manglid, eukaliptus rainbow, pelita, serta satu pohon beringin yang ditanam di sekitar kawasan Curug Awer sebagai simbol keteduhan dan keberlangsungan kehidupan.

Kepala CDK V Garut, Endik Casdika, S.Hut., M.P., menyampaikan apresiasi atas gerakan kolaboratif yang digagas masyarakat bersama relawan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya seremoni menanam pohon, tetapi bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan lingkungan. Kami berharap gerakan kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap hutan dan sumber kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, semangat yang dibangun melalui program Jaga Leuweung dan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut memiliki visi yang sama dalam menjaga kelestarian hutan, memperkuat penghijauan, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sumber mata air.

Ia juga menilai kawasan Curug Awer memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata alam berbasis konservasi, dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan dan penataan kawasan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ujang Rohidin menyampaikan terima kasih atas perhatian berbagai pihak terhadap lingkungan di wilayah Margamulya.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian semua pihak. Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini menjadi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” katanya.

Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menegaskan bahwa gerakan penghijauan harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, bukan sekadar wacana.

“Kami percaya bahwa menjaga leuweung berarti menjaga kehidupan. Kolaborasi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi menanam harapan dan kesadaran bersama agar alam tetap lestari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya bersama Tim Jaga Leuweung Cikajang akan menyusun jadwal rutin penanaman lanjutan sekaligus pemeliharaan tanaman yang telah ditanam.

Menurutnya, keberhasilan penghijauan tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi harus dibarengi dengan perawatan dan pengawasan agar pohon dapat tumbuh dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang.

Di tengah tantangan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, Aksi Kolaborasi Hijau Ke-72 menjadi pesan kuat bahwa semangat gotong royong menjaga alam masih hidup di tengah masyarakat. Dari kaki Gunung Papandayan, para penjaga alam menyuarakan harapan besar: hutan lestari, gunung terjaga, dan kehidupan manusia tetap terpelihara. ***YF
Share:

Diterpa Isu dan Tuduhan, Kepala BKPSDM KBB Buka Suara: “Itu Fitnah, Saya Siap Hadapi Proses Hukum”

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Nama Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rega Wiguna, mendadak menjadi sorotan setelah diterpa berbagai tuduhan dan isu yang berkembang di tengah publik. Merasa nama baik dan kehormatannya tercoreng, Rega akhirnya angkat bicara dan membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya.

Dengan nada tegas, Rega menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan sarat fitnah. Ia juga memastikan tidak akan lari dari persoalan serta siap mengikuti seluruh proses hukum demi membuktikan kebenaran.

“Sebagai warga negara saya punya hak jawab dan hak untuk menyampaikan klarifikasi. Tuduhan yang diarahkan kepada saya itu tidak benar,” tegas Rega, Rabu (13/5/2026).

Meski namanya terus diseret dalam polemik yang kini ramai diperbincangkan, Rega mengaku tetap menghormati kebebasan pers dan berbagai pemberitaan yang muncul. Namun ia menilai opini yang dibangun telah menggiring persepsi publik tanpa dasar yang jelas.

“Apapun bentuk pemberitaan saya tidak mempermasalahkan. Tetapi saya meyakini tuduhan yang diarahkan kepada saya sama sekali tidak benar dan merupakan fitnah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Rega menegaskan dirinya siap menghadapi proses hukum dan membuka ruang pembuktian secara terang benderang.

Di tengah tekanan yang datang, Rega mengaku dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar baginya untuk tetap bertahan menghadapi badai tudingan.
“Istri saya orang pertama yang memberikan dukungan dan mempercayai saya,” ungkapnya.

Ia pun memastikan akan tetap kooperatif dan menghormati seluruh mekanisme hukum hingga ada keputusan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
“Saya akan tetap menghormati proses yang sedang berjalan hingga ada kepastian hukum yang jelas,” pungkasnya.

Polemik yang menyeret nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tersebut kini menjadi perhatian publik. Masyarakat pun menanti pembuktian dan kejelasan hukum agar persoalan ini tidak terus menjadi bola liar di tengah masyarakat. ***Red
Share:

SKOR CAT BAZNAS Cianjur Dipertanyakan, Timsel Dinilai Tertutup,Seleksi Menuai Kegaduhan

Kabarciepat.com || CIANJUR – Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 diterjang polemik panas. Ketidakterbukaan tim seleksi mengenai skor nilai Computer Assisted Test (CAT) memicu rasa tidak percaya dari peserta hingga ancaman gugatan ke meja hijau.

Kegaduhan ini mencuat ke publik setelah salah satu peserta seleksi, Andi Syarif Hidayatulloh alias Anditar, mengunggah pernyataan sikap keras melalui grup Facebook Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUCK), Rabu (13/5/2026). Ia menenggarai adanya ketidakberesan teknis pada laman seleksi serta mempertanyakan sistem penilaian yang terkesan tertutup.

"Kami mempertimbangkan 
langkah hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan akan menyampaikan aspirasi melalui penyampaian pendapat di muka umum," tegas Anditar dalam unggahan yang viral tersebut.

Kritik tajam mengarah pada transparansi perolehan skor nilai CAT. 
Seorang sumber yang identitasnya enggan dipublikasikan menyebutkan bahwa mekanisme di Cianjur jauh berbeda dengan daerah lain di Jawa Barat yang menjunjung tinggi keterbukaan informasi.

"Di kabupaten lain, nilai CAT diumumkan secara transparan sehingga peserta tahu posisi nilai mereka. Sementara di Cianjur, skor CAT seolah 'gelap' karena langsung digabung dengan nilai makalah tanpa rincian yang jelas bagi peserta," ungkap sumber tersebut.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan peserta akan adanya celah manipulasi dalam menentukan siapa yang berhak lolos ke tahapan wawancara.

Bukan hanya soal nilai CAT, Tim Seleksi (Timsel) juga dituding melakukan diskriminasi informasi dalam tahapan administrasi. Sejumlah peserta mengaku mendapatkan informasi susulan untuk melengkapi dokumen, namun informasi tersebut tidak diterima secara merata oleh seluruh peserta.

“Ada kesan pilih kasih dalam pemberian informasi administrasi. Ketidakkonsistenan ini jelas mencederai nilai keadilan dan integritas proses seleksi,” tambah sumber tersebut.

Timsel Masih Memilih Bungkam
Hingga berita ini ditayangkan, Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur maupun pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur belum memberikan tanggapan resmi terkait gelombang keberatan dan pertanyaan yang diajukan para peserta.

Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, media terus berupaya melakukan konfirmasi dan verifikasi kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. ***Red
Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa